Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Buleleng Bali Peroleh Dana Insentif Daerah Usai Sukses Tangani Inflasi

Kamis, 01 Desember 2022 | 06:20 WIB Last Updated 2023-05-06T01:53:14Z


BULELENG,BALI infosingaraja.com - Kementerian Keuangan RI berikan Dana Stimulan Wilayah (DID) sejumlah Rp11,4 miliar ke Kabupaten Buleleng sesudah dipandang sudah sukses mengontrol inflasi lewat Team Pengontrol Inflasi Wilayah (TPID) atas trobosan-trobosan dibanding Penjabat Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana.

Lihadnyana menjelaskan jika hasil yang telah didapatkan itu, tidak lepas dari usaha mengontrol inflasi dengan langsung turun keluasan dan bukan hanya terus melangsungkan rapat semata-mata. Dari usaha itu pada akhirnya dapat diaplikasikan management rantai suplai yang mempunyai peranan penting pada mengontrol inflasi.

"Jadi telah bisa dibuktikan dengan apakah yang telah dilaksanakan TPID Kabupaten Buleleng," tutur Ketut Lihadnyana dijumpai selesai mendatangi Rapat Tahunan Bank Indonesia 2022 di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Rabu (30/11/2022).

Lihadnyana menambah berkaitan dengan DID yang diberi Kementerian Keuangan RI ke Pemkab Buleleng nanti akan diwujudkan beragam program. Seperti membuat cadangan pangan di dusun, pengaturan inflasi dengan berikan kontribusi bibit dan fasilitas produksi ke petani, selanjutnya membuat info pasar berbasiskan digital untuk ketahui psikologi pasar, itu wajib .

"Yang ke-4, DID dipakai untuk memberi bansos ke warga yang terkena imbas dari peningkatan BBM yang berpengaruh pada naiknya inflasi. Paling akhir berikan dana untuk UMKM hingga ia dapat exist ke depan dalam rencana menyokong ekonomi yang berada di Kabupaten Buleleng," paparnya.

Selanjutnya dianya ajak semua pihak yang sekarang ini melakukan usaha pengaturan inflasi untuk terjun langsung ke lapangan. Mencari info yang terang berkaitan dengan panen hasil pertanian.

Selanjutnya secara langsung dibawa ke pasar untuk memengaruhi psikologi harga. Bisa dibuktikan Kabupaten Buleleng lebih bagus dibanding Kota Denpasar sebagai dua wilayah yang digunakan ukuran acuan pengukuran pengatasan inflasi.

"Harus membuat trend kurang lebih di bulan apa kenaikkan harga tersebut. Harga akan naik kelak pada bulan Desember selanjutnya kelak Januari, Februari dan Maret. Cara mengantisipasi kita, kita harus menyaksikan di mana produksinya. Jika memang produksi di Kabupaten Buleleng tidak cukup, karena itu ada kerja sama antara wilayah di Kabupaten lain kita dapat kerjakan management rantai suplai," terang Lihadnyana.

Hal seirama disebutkan Sekretaris Wilayah (Sekda) Kabupaten Buleleng Besar Suyasa terkait dengan pencapaian DID. Dia menjelaskan selainnya sukses dalam pengatasan inflasi, Pemkab Buleleng dipandang sukses dalam menuntaskan permasalahan Nasional salah satunya pengatasan stunting dan jaga aktualisasi berbelanja wilayah.

Untuk inflasi sekarang ini di Kabupaten Buleleng telah di bawah sasaran, yaitu capai angka 3,8 % dari sasaran 4 %.

"Tanda itu dihitung oleh pemerintahan pusat hingga dipandang pantas memperoleh DID. Keseluruhannya Rp11,4 Miliar. Aktualisasinya harus terkonsep, harus ada program dahulu baru dilakukan. Kelak jika ada tersisa kita menanti peraturan pusat. Apa akan diambil jadi silpa atau jadi silpa wilayah untuk dibelanjakan pada tahun selanjutnya," kata Suyasa.

Selainnya memperoleh DID dari Kementerian Keuangan RI, Pemkab Buleleng sukses memperoleh penghargaan dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Propinsi Bali yaitu piala Bali Kertha Buwana 2022 sebagai Partner Pengaturan Inflasi Terkolaboratif Daerah Bali Tahun 2022.

Penghargaan ini melebihi 2 nominator yang lain yaitu Agen Penyediaan Barang/Jasa dan Ekonomi Setda Provinsi Bali dan Sisi Ekonomi Setda Kabupaten Bangli.

×
Berita Terbaru Update