Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Diduga Oknum Dosen Lecehkan Mahasiswi kini Jadi Tersangka, Lansung Diberhetikan Jadi Dosen!

Rabu, 10 Mei 2023 | 16:02 WIB Last Updated 2023-05-18T11:15:50Z



Buleleng,Bali Infosingaraja.com - Polisi pada akhirnya memutuskan PAA yang dengan status sebagai dosen aktif di salah satunya perguruan tinggi di Buleleng sebagai terdakwa, Sabtu (6/5/2023), selesai dicheck dengan intens dalam kasus sangkaan eksperimen pemerkosaan dan penghinaan seksual pada salah satunya mahasiswi dengan inisial D.

Kasatreskrim Polres Buleleng AKP Picha Armedi memperjelas Pelaku Dosen itu diputuskan sebagai terdakwa selesai ada bukti yang lumayan kuat dan pada proses pemeriksaan yang berkaitan mengaku secara langsung perlakuannya.

Disamping itu di video yang telah dihimpun penyidik muka terdakwa PPA kelihatan terang dalam video rekaman CCTV punya kost-kosan di Jalan Pulau Komodo, Kelurahan Banyuning itu.

"Tempo hari (Penetapan), beberapa alat bukti untuk memutuskan sebagai terdakwa telah cukup. Kita telah kerjakan penahanan pada PAA," ungkapkan AKP Picha saat diverifikasi, Minggu (7/5/2023).

Atas perlakuannya PAA yang disebut dosen Pengetahuan Keperawatan di STIKES Buleleng itu diduga pasal 6 huruf a dan b Undang-undang mengenai Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) dengan teror penjara di atas 5 tahun.

Selanjutnya saat diputuskannya PPA sebagai terdakwa, Unit PPA Satreskrim Polres Buleleng seterusnya masih lengkapi arsip saat sebelum dilaksanakan penyerahan ke Kejaksaan Negeri Buleleng.

"Secepat-cepatnya (penyerahan arsip) kita masih lengkapi beberapa arsip," singkat dia.

Dalam pada itu, Ketua STIKES Buleleng I Made Sundayana saat diverifikasi saat polisi memutuskan PAA sebagai terdakwa akui sempat melakukan tatap muka bersama pengurus yayasan semenjak berkaitan ada info kasus penghinaan seksual pada salah satunya mahasiswanya.

Hasil tatap muka itu PPA sah dikeluarkan sebagai dosen secara tidak hormat dan surat keputusan (SK) pemberhentian diedarkan pada Senin (8/5/2023). Bahkan juga dipertegas dasar pemberhentian pada dosen yang telah mengajarkan semenjak tahun 2017 ini disebutkan telah sesuai ketentuan di yayasan.

"Mengajarnya memang baik, tetapi lepas dari itu kita harus mengambil perlakuan tegas berbentuk pemberhentian dan SK akan penghentian akan diedarkan esok (Senin)," tegas dia.

Disamping itu, berkaitan status mahasiswi sebagai korban dalam kasus ini. Sundayana mengatakan jika keadaan korban telah baik saja dan masih meng ikuti training yang diselenggarakan kampus. Akan tetapi untuk nantinya korban tetap ditemani dan diproteksi.

"Ia (korban) saat ini telah semester 8 dan sedang membuat skripsi, kita masih tetap jagalah dan dampingi sampai tamat atau akhir," tandas Sundayana.

×
Berita Terbaru Update